Selasa, 02 Januari 2018

TANPA NADA – DIORAMA KAKOFONI 2017



Tanpa Nada berasal dari kota Semarang ini cukup produktif dalam kurun waktu 7 tahun ini sudah menciptakan 5 single. Tanpa Nada yang beranggotakan dari :
Vocal  / Spoken - Erick
Vocal  / Spoken - Fajar Cepot
Drum - Inu Ambon
Bass - Samid
Guitar & Back Voc - Adit Kempoel
Guitar & Back Voc - Lutfi Sapi
Etnic   / Spoken - Aristya

Kali ini, kami meluncurkan full album berisi 8 lagu yang berjudul “Diorama KaKofoni” di medio akhir 2017. Makna dari judul “Diorama Kaofoni
Diorama artianya miniatur atau gambaran yang mempunyai arti sebenarnya sedangkan,
Kakofoni adalah suara atau musik yang sumbang dan kasar tapi menyejukan hati, jadi dengan album diorama kakokafani kami mempersembahan miniatur karya dari apa yang kami presentasikan dalam menelaah apa yang kami dengar, lihat dan rasakan, hingga karya itu bisa didengar dan menyentuh hati meski dengan balutan musik dan suara yang bising dan bisa menyayat telinga..
Dengan album ini kami berharap karya kami dapat diterima dengan pendengar bisa ikut merasakan kegelisahan yang ada pada tiap bait lirik dan sentuhan musik, hingga bisa bergerak melakukan yang sudah seharusnya dilakukan supaya tidak muncul tanda tanya.

Berbekal banyaknya varian influense yang juga berasal dari genre yang saling berseberangan, Tanpa Nada berhasil menemukan ramuan musik mereka sendiri, yang sampai saat ini yaitu Experimental Rock Poem ditambah beberapa alat music Etnix seperti dojorigo , suling , kendang dan lain lain.
Delapan lagu yang tersaji di dalam Full album“Diorama Kakofoni”, yaitu
“Senyum Untuk Senyum” (single pertama),
“Dahaga”,
“Hantam Sirek”,
“Manusia Logika”(Single kedua & ada nembang bahasa jawa) ,
“Energi Kontraksi Otak” ( Single Ketiga ),
“Tanda Tanya” ( Single kelima ),
“Kenali” ,
“Tanpa Nada” ( Spoken Tentang Tanpa nada ) .

Full album “Diorama kakofoni” dirilis secara digital oleh Neverstop Records ( Bandung , www.neverstoprecords.com ) tanggal 10 Juli 2017  dan akan disusul dengan format CD.

Sabtu, 30 Desember 2017

MEMBONGKAR RAHASIA KONSER FAREWELL 2017

Dengan tajuk FAREWELL 2017 The Sigit berbagi panggung dengan kuartet dari Melbourne Devil Electric, kelompok yang digawangi oleh PIERINA O’BRIEN (Vocals), CHRISTOS ATHANASIAS (Guitar), TOM HULSE (Bass & Vocals) dan MARK VAN DE BEEK (Drums) ini sekaligus dalam rangka mengakhiri rangkaian tournya di Indonesia sejak 14 Desember 2017. Adalah panggung di Audiorium Institut Francais Indonesie Jalan Purnawarman no. 32 Bandung yang menjadi salah satu rahasia dalam perhelatan ini yang menjadi arena dimana dua kelompok musik ini menunjukan kedigjayaannya pada tanggal 22 Desember 2017.
Jam menunjukan pukul 21.00 wib ketika film pendek yang menceritakan perjalanan The Sigit di Australia dalam perhelatan Cherry Rock Festival 2016 di Melbourne Australia, sebuah film yang memberi cukup pelajaran dan inspirasi bagi orang-orang yang berkecimpung didunia musik dan pertunjukan.
Pada paruh pertama Devil Electric menunjukan kehandalannya yang mumpuni dengan bunyi-bunyian yang kuat dan distorsif yang menggulung bagaikan ombak di pantai timur Australia, tampil menyerang dan akhirnya kuartet ini mampu membobol telinga penonton tuan rumah dengan single terbaru mereka Lady Velvet yang diambil dari album perdana mereka bertajuk DEVIL ELECTRIC yang mereka terbitkan pada 11 Agustus 2017 lalu. Mereka tidak henti-hentinya dari awal hingga akhirmengeluarkan bunyian distorsif yang dibalut variasi riff-riff yang komplek dan lirik-lirik yang suram dengan mental baja walaupun tampil tandang mereka mampu bermain lepas. Salut!.
Paruh kedua, tiba saatnya yang paling dinanti tim tuan rumah yang diperkuat oleh REKTIVIANTO YOEWONO (Vocals, Guitar), FARRI ICKSAN WIBISANA (Guitar), ADITYA BAGJA MULYANA (Bass) dan DONAR ARMANDO EKANA (Drum) tampil memukau dan digjaya dihadapan pendukungnya sendiri. Kuartet yang tampil berlima ini tanpa banyak basa basi komunikasi mengeluarkan ketajamannya dalam menyerang, membakar penonton bagaikan bensin bertemu api. Dengan kekuatan magisnya The Sigit mampu membuat penonton untuk melakukan aksi dive dari not pertama yang terdengar bahkan hanya dari awal kemunculan mereka di panggung. Karya-karya mereka yang catchy mengalir mengalun hingga track SOUL SISTER yang lagi-lagi membakar penonton, spanduk dan aksi moshing terlihat sehingga tampak seperti demo kenaikan harga sembako. Bravo The Sigit and Fans! Kalian serasi malam ini.
Rahasia lainnya yang sangat penting dalam kesuksesan perhelatan malam ini adalah para penata suara dan penata cahaya yang membuat konser rahasia FAREWELL 2017 ini membahana dan semarak, apa jadinya bila tidak ada mereka? Mungkin perhelatan ini hanya akan diterangi oleh obor dan lilin kecil juga suara yang dihasilkan akan terdengar seperti radio dua band. Para penata suara dan penata cahaya ini adalah the unknown soldiers, seperti halnya para pawang hujan di setiap acara hajatan pernikahan menjadi salah satu elemen penting dalam kelancaran suatu acara hajatan namun dilupakan. Terimakasih!.
Dan rahasia terakhir yang terendus dalam perhelatan Secret Gigs FAREWELL 2017 ini adalah ide dari pihak penyelenggara perhelatan ini, bagaimana mereka membalut kemasan perhelatan ini dengan gimmick semenjak awal sehingga perhelatan ini menjadi sesuatu yang unik dan misterius. Membuat sesuatu yang biasa menjadi istimewa walaupun tidak terlalu rahasia. Selamat buat semunya , selamat bersenang-senang.




BoGue
Salahsatu punggawa Neverstop Records,
Menulis merupakan salahsatu hobinya,
Gemar mengamati dinamika skena musik lokal.