Minggu, 26 Juni 2016

TOMMY BOLIN DI JAKARTA DESEMBER 1975

Tommy Bolin gitaris Deep Purple Mark IV, setibanya di hotel Sahid Jakarta sudah di-tunggu para pengedar yang menyamar sebagai fans Deep Purple (DP). Entah bagaimana caranya mereka bisa menyelusup mendekati personel DP yang sudah dikawal ketat para tukang kepruk alias body guard-nya masing-masing.
Tommy sudah kesohor sebagai gitaris dan pemakai narkoba kelas berat. "Dia rela menghabiskan uang ribuan dollar hanya untuk membeli berbagai jenis narkoba" ungkap Glenn Hughes. Sehingga tak mengherankan kalau para pengedar di Jakarta leluasa menawarkan dagangannya pada Tommy yang didampingi Patsy Collins body guard merangkap roadies DP.
Karena membeli narkoba kelas kampung, mengakibatkan Tommy lumpuh sekujur lengannya. Namun kepada wartawan dalam dan luar negeri ia mengatakan dirinya telah disantet. "Urusannya apa orang menyantet Tommy?, dia sudah 'fly' gara-gara narkoba murahan" kata Denny Sabri. Karena menurut dokter yang memeriksanya,tangannya lumpuh karena pengaruh narkoba.
Tommy bersikukuh dirinya disantet. "Sewaktu ketemu di New York, dia banyak tanya tentang Indonesia, termasuk soal 'black magic'. Saya bilang jangan percaya sama ilmu hitam"jelas Denny.
Tommy pun tampil kurang maksimal pada konser DP hari pertama,sehingga mengundang komentar beberapa gitars2 Indonesia. "Dia tidak sehebat seperti yang kita duga"sahut seorang rocker. "Sebagai pengganti Ritchie Blackmore, mestinya Tommy bisa memperlihatkan kehebatannya" timpal gitaris dari Surabaya.
Malapetakan terjadi usai DP tampil di hari pertama, Patsy Collins tukang kepruk Tommy tewas terjungkal ke dalam lubang lift hotel. Berita ini dengan cepat menyebar. "Gila, tadi sore gua sempat ngobrol dengan Patsy dibalik panggung. Orangnya asyik, dia bilang dititipkan Ritchie Blackmore untuk kawal Tommy selama ini, Patsy body guard dan supir pribadi Blackmore" kata Achmad Albar. "Kasihan juga jauh-jauh datang ke Indonesia untuk mengantar nyawa".